PERDAGANGAN SYARI’AH

Posted on January 31, 2009 - Filed Under ekonomi, Uncategorized | 2 Comments

*oleh Hariyanto jurusan Ekonomi Pembangunan FE UNS

PENDAHULUAN

Untuk memahami etika usaha yang Islami, terlebih dahulu harus dipahami peran dan tugas manusia di dunia. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Adz Dzaariyat ayat 56, yang artinya:

Dan tidak Ku-Ciptakan jin dan manusia melainkan (semata mata) agar mereka

beribadah (mengabdi) kepada-Ku”.

Oleh karena itu semua tindakan manusia di dunia ini adalah semata-mata ibadah, semata-mata untuk mengabdi kepada Allah SWT. Dan sebagai abdi Allah SWT maka manusia dalam semua tindakannya harus mengikuti perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya. Semua tindakan tersebut juga termasuk tindakan dalam berusaha. Read more

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO SAHAM YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA MODEL ANALISIS

Posted on January 5, 2009 - Filed Under ekonomi | 15 Comments

oleh : Puji Fitriana jurusan Akutansi FE UNS

ABSTRACT
When Investor making an investment, whatever the type, the main element of investor’s consideration is the rate of return and the rate of risk. Every investor willing to get an optimal return, but on the reality, investor faced by uncertainty called risk. By making diversification, investor my reduce the rate of  risk and optimizes the rate of expected return. It can be done by forming composition of portfolio. To get an optimal portfolio, investor can choose his proportion asset in portfolio. The objectiveness of this review article is to see the effectiveness some analysis method like Markowitz, SIM and   CAPM, that used by investor to determined the stock performance. From some literature, we can analyze  that Markowitz, SIM, and CAPM models are very useful to decide the proportion of fund that will be invested. Some new technology application support and make the formula easier to be applied.

PENDAHULUAN
Investasi merupakan sebuah cara alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai aset di masa depan, dengan melakukan investasi, menurunnya purchasing power akibat inflasi dapat di ofsett oleh return yang di dapatkan dari investasi.  investasi sendiri dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu :
1.    Investasi pada real asset
2.    Investasi pada financial asset Read more

ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN IMPOR BERAS DAN KEBERADAAN TENGKULAK TERHADAP HARGA GABAH DI INDONESIA[sebuah latar belakang]*

Posted on December 24, 2008 - Filed Under ekonomi | 2 Comments

*oleh: hariyanto Hariyanto Jurusan EP FE Universitas Sebelas Maret Surakarta

Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang sangat luas yang jumlah penduduknya mencapai 220 juta jiwa. Luas lahan untuk pertanian sekitar 107 juta hektar dari total luas daratan Indonesia sekitar 192 juta hektar,  tidak termasuk Maluku dan Papua, sekitar 43,19 juta hektar telah digunakan untuk lahan sawah, perkebunan, pekarangan, tambak dan ladang, sekitar 2,4 juta hektar untuk padang rumput, sekitar 8,9 juta hektar untuk tanaman kayu-kayuan, dan lahan yang tidak diusahakan seluas 10,3 juta ha. Pemerintah dalam kaitannya dengan program RPPK (Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan), telah bersedia menyediakan 15 juta hektar untuk lahan pertanian abadi. (Republika, 25/2/2008) Sehingga sebagian besar dari penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, khususnya petani padi. Karena sebagian besar penduduk Indonesia makanan pokoknya adalah beras. Read more

BRAIN DRAIN, MASALAH BESAR BAGI NEGARA BERKEMBANG*

Posted on December 24, 2008 - Filed Under ekonomi | 12 Comments

*Oleh : Hariyanto Jurusan EP FE Universitas Sebelas Maret Surakarta

ABSTRAK

Migrasi internasional kini semakin menjadi permasalahan yang menyita perhatian banyak pihak. Transisi pada ilmu pengetahuan berbasis ekonomi menciptakan lebih banyak pangsa pasar yang terintegrasi bagi mereka yang mempunyai bakat dan keahlian yang tinggi. Bakat dan keahlian tersebut menjadi aset yang sangat berharga dalam percaturan ekonomi dunia. Akibatnya, gelombang brain drain dari negara-negara berkembang semakin menguat. Munculnya diaspora yang sangat luas adalah sebuah konsekuensi dari perburuan terhadap kesempatan terbaik bagi negara berkembang.

Paper ini berusaha mengidentifikasi fenomena brain drain yang umumnya terjadi pada negara-negara berkembang. Secara khusus, paper ini akan menguraikan problematika dan tantangan negara berkembang dalam pengembangan SDM dan sarana/fasilitas terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disebabkan oleh brain drain. Pada akhir tulisan, penulis menyuguhkan pola pengembangan SDM dan pengadaan sarana/fasilitas guna mencegah dan mengatasi  timbulnya efek negatif dari brain drain dengan melakukan studi analisa terhadap keberhasilan India dalam mewujudkan reversed brain drain. Sehingga diharapkan dengan terjadinya reversed brain drain, maka pembangunan ekonomi negara berkembang dapat berjalan lancar.
Kata Kunci: Brain drain, Sumber Daya Manusia, Pengembangan Fasilitas, Keberhasilan India. Read more

MILITERISME DALAM APARATUS PENDIDIKAN*

Posted on December 21, 2008 - Filed Under sosial | 4 Comments

*oleh: Sarwono Jurusan Sosiologi-Antropologi FKIP UNS
Negara merupakan suatu bangunan yang memuat basis yang diatasnya berdiri dua suprastruktur. Kekuasaan negara dimiliki oleh aparatus negara. Aparatus negara terdiri dari aparatus represif dan aparatus ideologi. Aparatus negara represif berada pada wewenang publik yang berfungsi melalui kekerasan dan kuasa. Contoh dari aparatus negara represif ini adalah pemerintah, administrasi, angkatan bersenjata, polisi, pengadilan, dan sebagainya. Aparatus negara ideologi kebanyakan merupakan wewenang privat yang berfungsi secara ideologi. Contoh dari aparatus ideologi ini adalah aparatus negara agama, aparatus negara keluarga, aparatus negara budaya, aparatus negara komunikasi, dan sebagainya.
Kenyatannya, adanya peresapan fungsi antara aparatus Negara represif dengan apparatus Negara ideologi. Dimana aparatus Negara represif tidak melulu berfungsi secara represif atau kekerasan dan berkuasa saja, akan tetapi juga berfungsi secara ideologi. Sebagai contoh, angkatan bersenjata dan polisi pun berfungsi lewat ideologi, baik untuk menjamin kepaduan dan reproduksinya, maupun dalam nilai-nilai yang diajukannya. Sebaliknya, aparatus negara ideologi juga berfungsi secara represif. Karena sebagian besar pengambil kebijakan adalah aparatus negara represif. Rutinitas yang dilakukan aparatus negara ideologi menawarkan kita contoh-contoh mengenai aparatus negara ideologi yang berfungsi secara represif. Read more

keep looking »